Pernahkan mata anda mengalami ganguan... atau terkena sakit mata ? Saya
membayangkan pasti sangat tergangu dan ngga enak rasanya... apalagi
jika gangguan ini sampai menyebabkan fungsi utama mata untuk melihat
tidak berfungsi sama sekali... so pasti sangat menyulitkan....
Biasanya ketika sesuatu berjalan normal-normal saja, kita seperti terhanyut dan tidak menyadari "kehebatan" dari setiap organ
tubuh kita.... Siang ini mata saya terserang "sakit mata"... sepertinya
terjangkit dari istri saya yang sejak kemarin terserang terlebih
dulu... kemungkinan istri saya tertular dari anak saya Dean yang
terlebih dulu terserang penyakit mata ini...
Ternyata ketika
terganggu penyakit..., saya semakin menyadari sungguh luar biasa fungsi
mata yang dianugerahkan Tuhan melekat ditubuh ini.... Bayangkan kalau
fungsi mata kita terganggu dan tidak bisa melihat..., pasti pemandangan
sejauh mata memandang hanyalah kegelapan belaka.... tidak ada keindahan
warna-warni cahaya... tidak bisa menikmati indahnya pemandangan alam
ciptaan Tuhan....
Hmmmm... semua yang dianugerahkan Tuhan
dalam bentuk anggota tubuh dengan fungsi yang berbeda-beda memang
sungguh luar biasa... semuanya seharusnya digunakan untuk pekerjaan yang
memuliakan Tuhan.. Sang Pencipta... Persoalan menjadi lain ketika dunia
menawarkan keindahan "semu" yang menggoda sehingga banyak diantara kita
yang keliru dalam memfungsikan setiap anggota tubuh kita... Dalam hal
mata, kalau saya renungkan berapa banyak saya memfungsikan mata untuk
kegiatan yang "memuliakan Nama Tuhan" dan berapa banyak saya
menggunakannya untuk hal-hal yang tidak terkait langsung dengan
pekerjaan Tuhan..., jujur.., sepertinya lebih banyak mata saya terpakai
untuk hal yang kedua.... Hmmm betapa tidak..., kalau kita menonton
acara TV yang disukai... atau menonton film atau sinetron favorit...
pasti berapapun lamanya mata ini digunakan pasti tidak akan terasa
lelah..., tapi ketika mata ini diajak untuk membaca Firman Tuhan atau
buku renungan atau mendengar khotbah di gereja..., seringkali walaupun
waktu yang dibutuhkan hanya antara 5 sampai 15 menit..., tetapi rasanya
sangat melelahkan dan memberatkan...
Saya jadi teringat
kata-kata Yesus : " Jika matamu yang kanan menyesatkan engkau,
cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari
anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke
dalam neraka."
Yesus mengingatkan kita untuk menggunakan seluruh anggota tubuh termasuk mata dengan benar untuk menjaga kesucian hidup...
Cukup dulu ya... saya mau ke dokter mata... tadi pagi ngantar istri ke
dokter karena sakit mata... sekarang kembali lagi ke dokter karena saya
sendiri yang sakit mata...
Tuhan tolong sembuhkan mata saya
secepatnya ya... Ampuni jika selama ini mata ini lebih banyak digunakan
untuk hal-hal lain lebih dari pada untukMu...
Selamat memfungsikan mata dan setiap anggota tubuh yang lain untuk kesucian hidup kita dan untuk kemuliaan nama Tuhan...
vzp@home-240514
24 Mei 2014
23 Mei 2014
“KABINET”
Kemarin sempat beredar “rumor” nama-nama mentri bakal Kabinet
“Jokowi-JK” yang disebut Kabinet “TRISAKTI”..... Biasalah... disaat-saat
“tensi” politik sedang naik seperti saat ini, ada saja rumor yang
ditebarkan... ada rumor positif.. tetapi juga banyak berseliweran
rumor-rumor negatif... Itulah politik, selalu menjadi topik hangat untuk
dijadikan bahan rumor....
Nah... yang menarik di negri tercinta ini, setiap Kabinet yang terbentuk selalu diberi nama yang khas... Dimulai dengan Kabinet pertama yang diberi nama “Kabinet Presidentil”, kemudian pada zaman sistem parlementer dimana kabinet dipimpin oleh seorang Perdana Mentri, setiap Kabinet dinamakan sesuai dengan nama Perdana Mentrinya..., antara lain : “Kabinet Sjahrir”, “Kabinet Amir Sjarifuddin”, “Kabinet Hatta”, “Kabinet Susanto”, “Kabinet Halim”, “Kabinet Natsir”, “Kabinet Sukiman-Suwirjo”, “Kabinet Wilopo”, “Kabinet Ali Sastroamidjojo”, “Kabinet Burhanuddin Harahap”, “Kabinet Djuanda”... Hmmmm ternyata banyak juga ya jumlah Perdana Mentri saat itu....
Sejak tahun 1959-1967 ketika negara kita kembali ke sistem presidensial, maka Presiden Soekarno memberi nama kabinet sesuai dengan tema yang diusung antara lain : “Kabinet Kerja I-III”, “Kabinet Dwikora I-III” dan “Kabinet Ampera I-II”. “Dwikora” adalah kependekan dari “Dwi Komando Rakyat” saat terjadi konfrontasi dengan Malasya, sedangkan “ Ampera” adalah “Amanat Penderitaan Rakyat” yang tertuang dalam “Tritura” atau “Tri Tuntutan Rakyat”.
Ketika Pa Harto menjadi presiden, beliau menamakan kabinetnya sebagai “Kabinet Pembangunan I-VII” makanya beliau dinobatkan sebagai “Bapak Pembangunan”. Selanjutnya ketika reformasi mengakhiri kepemimpinan Pa Harto, Pa Habibie menamakan kabinetnya : “Kabinet Reformasi Pembangunan”, selanjutnya berturut-turut “Kabinet Persatuan Nasional” yang dipimpin Gus Dur, “Kabinet Gotong Royong” dipimpin Ibu Megawati, “Kabinet Indonesia Bersatu I-II” dibawah pimpinan “SBY”.... Selanjutnya tergantung pilihan rakyat Indonesia...., termasuk anda dan saya.... apakah nanti “Kabinet Trisakti” ataukah “Kabinet Indonesia Raya”... hanya Tuhan yang tahu.... hehehe semakin bikin penasaran saja....Silahkan menunggu tanggal main.... Yang pasti.., kualitas sebuah "kabinet" sangat menentukan maju-mundurnya negara dan bangsa....
Nah..... kalau kita perhatikan, semua kabinet pasti berisi para mentri yang pandai-pandai.., Kalau tidak pandai, mana mungkin bisa dipilih menjadi mentri yang membutuhkan keahlian.... Sayangnya kepandaian tidak selalu menjadi jaminan untuk menjadi mentri yang baik...., lihat saja di Kabinet terakhir ini, tercatat sudah 2 mentri yang menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi -"KPU"-. Salah seorang dari mereka baru saja ditetapkan sebagai tersangka semalam... dan yang membuat banyak orang terkesima ternyata beliau memimpin kementrian yang ada hubungan dengan “urusan Tuhan”.... Semoga saja "sangkaan" KPK keliru..., tetapi kalau benar... weleh... weleh.... saya "speechless"
Nah... lain lagi dengan sebuah kabinet yang saya sebut sebagai “Kabinet 12” karena hanya beranggotakan 12 orang, angggota kabinet ini justru dipilih dari orang-orang biasa..., pendidikan mereka biasa saja..., bahkan latar belakang mereka kebanyakan adalah "nelayan kampung"... Tapi yang luar bisa , mereka dipilih untuk mengubah dunia.... Sang pemimpin “Kabinet 12” ini adalah seorang “guru” dan "mentor" terbaik di dunia.... betapa tidak Dia berhasil merubah "orang biasa" yang menjadi anggota kabinetnya menjadi "pengubah dunia"... Sayangnya salah satu anggota kabinetnya "tergelincir" masalah "duit"... dia terlibat "kasus" jual beli gurunya sendiri.... Ckckckckck.... ternyata dari dulu anggota kabinet sudah tersandung masalah "uang"....
Walaupun salah satu anggotanya "tersandung", tetapi kabinet ini berjalan "efektif dan efisien"... dan berhasil....
Nah... apa sih kunci keberhasilan "Kabinet 12" ini ?... Rahasia keberhasilan kabinet ini, diungkapkan oleh Paulus demikian : "Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia"... Kata kuncinya ada pada hikmat Allah.... dan tentunya karena kabinet ini langsung dipimpin oleh Allah sendiri dalam Yesus Kristus yang adalah sumber hikmat.... Paulus menambahkan :"Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat"... Paulus mengajak kita supaya selalu rendah hati, berserah dan takut akan Tuhan... itulah kunci untuk dipilih Tuhan dan kunci untuk memiliki hikmat dari Tuhan... yang menjadi rahasia keberhasilan "Kabinet 12".
Selamat untuk semua yang sudah terpilih menjadi anggota legislatif dalam pemilu lalu... dan selamat untuk yang akan dipilih menjadi anggota "kabinet" mendatang... Jangan lupa gunakan rahasia "Kabinet 12" diatas... Tuhan memberkati kita semua...
vzp@bus-cgk-dpk-230514
Nah... yang menarik di negri tercinta ini, setiap Kabinet yang terbentuk selalu diberi nama yang khas... Dimulai dengan Kabinet pertama yang diberi nama “Kabinet Presidentil”, kemudian pada zaman sistem parlementer dimana kabinet dipimpin oleh seorang Perdana Mentri, setiap Kabinet dinamakan sesuai dengan nama Perdana Mentrinya..., antara lain : “Kabinet Sjahrir”, “Kabinet Amir Sjarifuddin”, “Kabinet Hatta”, “Kabinet Susanto”, “Kabinet Halim”, “Kabinet Natsir”, “Kabinet Sukiman-Suwirjo”, “Kabinet Wilopo”, “Kabinet Ali Sastroamidjojo”, “Kabinet Burhanuddin Harahap”, “Kabinet Djuanda”... Hmmmm ternyata banyak juga ya jumlah Perdana Mentri saat itu....
Sejak tahun 1959-1967 ketika negara kita kembali ke sistem presidensial, maka Presiden Soekarno memberi nama kabinet sesuai dengan tema yang diusung antara lain : “Kabinet Kerja I-III”, “Kabinet Dwikora I-III” dan “Kabinet Ampera I-II”. “Dwikora” adalah kependekan dari “Dwi Komando Rakyat” saat terjadi konfrontasi dengan Malasya, sedangkan “ Ampera” adalah “Amanat Penderitaan Rakyat” yang tertuang dalam “Tritura” atau “Tri Tuntutan Rakyat”.
Ketika Pa Harto menjadi presiden, beliau menamakan kabinetnya sebagai “Kabinet Pembangunan I-VII” makanya beliau dinobatkan sebagai “Bapak Pembangunan”. Selanjutnya ketika reformasi mengakhiri kepemimpinan Pa Harto, Pa Habibie menamakan kabinetnya : “Kabinet Reformasi Pembangunan”, selanjutnya berturut-turut “Kabinet Persatuan Nasional” yang dipimpin Gus Dur, “Kabinet Gotong Royong” dipimpin Ibu Megawati, “Kabinet Indonesia Bersatu I-II” dibawah pimpinan “SBY”.... Selanjutnya tergantung pilihan rakyat Indonesia...., termasuk anda dan saya.... apakah nanti “Kabinet Trisakti” ataukah “Kabinet Indonesia Raya”... hanya Tuhan yang tahu.... hehehe semakin bikin penasaran saja....Silahkan menunggu tanggal main.... Yang pasti.., kualitas sebuah "kabinet" sangat menentukan maju-mundurnya negara dan bangsa....
Nah..... kalau kita perhatikan, semua kabinet pasti berisi para mentri yang pandai-pandai.., Kalau tidak pandai, mana mungkin bisa dipilih menjadi mentri yang membutuhkan keahlian.... Sayangnya kepandaian tidak selalu menjadi jaminan untuk menjadi mentri yang baik...., lihat saja di Kabinet terakhir ini, tercatat sudah 2 mentri yang menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi -"KPU"-. Salah seorang dari mereka baru saja ditetapkan sebagai tersangka semalam... dan yang membuat banyak orang terkesima ternyata beliau memimpin kementrian yang ada hubungan dengan “urusan Tuhan”.... Semoga saja "sangkaan" KPK keliru..., tetapi kalau benar... weleh... weleh.... saya "speechless"
Nah... lain lagi dengan sebuah kabinet yang saya sebut sebagai “Kabinet 12” karena hanya beranggotakan 12 orang, angggota kabinet ini justru dipilih dari orang-orang biasa..., pendidikan mereka biasa saja..., bahkan latar belakang mereka kebanyakan adalah "nelayan kampung"... Tapi yang luar bisa , mereka dipilih untuk mengubah dunia.... Sang pemimpin “Kabinet 12” ini adalah seorang “guru” dan "mentor" terbaik di dunia.... betapa tidak Dia berhasil merubah "orang biasa" yang menjadi anggota kabinetnya menjadi "pengubah dunia"... Sayangnya salah satu anggota kabinetnya "tergelincir" masalah "duit"... dia terlibat "kasus" jual beli gurunya sendiri.... Ckckckckck.... ternyata dari dulu anggota kabinet sudah tersandung masalah "uang"....
Walaupun salah satu anggotanya "tersandung", tetapi kabinet ini berjalan "efektif dan efisien"... dan berhasil....
Nah... apa sih kunci keberhasilan "Kabinet 12" ini ?... Rahasia keberhasilan kabinet ini, diungkapkan oleh Paulus demikian : "Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia"... Kata kuncinya ada pada hikmat Allah.... dan tentunya karena kabinet ini langsung dipimpin oleh Allah sendiri dalam Yesus Kristus yang adalah sumber hikmat.... Paulus menambahkan :"Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat"... Paulus mengajak kita supaya selalu rendah hati, berserah dan takut akan Tuhan... itulah kunci untuk dipilih Tuhan dan kunci untuk memiliki hikmat dari Tuhan... yang menjadi rahasia keberhasilan "Kabinet 12".
Selamat untuk semua yang sudah terpilih menjadi anggota legislatif dalam pemilu lalu... dan selamat untuk yang akan dipilih menjadi anggota "kabinet" mendatang... Jangan lupa gunakan rahasia "Kabinet 12" diatas... Tuhan memberkati kita semua...
vzp@bus-cgk-dpk-230514
22 Mei 2014
"TRI"
Istilah "TRI" sangat banyak digunakan di Indonesia.... di kalangan suku
Jawa, banyak sekali anak-anak diberi nama awalan "TRI"... dalam bahasa
Jawa arti "TRI" adalah "tiga", kata "TRI" dimulai dengan huruf "T" dan
hanya terdiri dari 3 huruf.... Hmmmm sangat khas...
Selain digunakan untuk "nama orang", sering juga digunakan dalam berbagai istilah, misalnya "TRIKORA" atau "Tiga Komando Rakyat" yaitu 3 butir seruan dari Bung Karno pada tanggal 19 Desember 1961 di Alun-alun Yogyakarta dalam rangka operasi merebut kembali Irian Barat... Anda tentu masih ingat juga dengan istilah "TRITURA" atau "Tiga Tuntutan Rakyat" yang disampaikan oleh para mahasiswa ketika berdemonstrasi pada tanggal 10 Januari 1966 yaitu : 1.Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI); 2.Retooling Kabinet; dan 3.Penurunan Harga/Perbaikan Ekonomi.
Di kalangan akademisi kata "TRI" digunakan dalam istilah "TRI-DHARMA Perguruan Tinggi" yang sekaligus menjadi misi semua Perguruan Tinggi yang berisi 3 poin , yaitu :
1. Pendidikan dan Pengajaran; 2. Penelitian dan Pengembangan; 3. Pengabdian kepada Masyarakat....
Istilah yang menggunakan kata "TRI" kembali mengemuka beberapa hari ini, lantaran kedua kubu "Capres-Cawapres" menggunakannya... Kubu "Prabowo" memperkenalkan konsep "TRI-SULA" yaitu "tombak bermata tiga" untuk menggambarkan kepemimpinan 3 serangkai, yaitu "Prabowo", "Hatta" dan "Ical".... Sementara kubu "Jokowi" melemparkan konsep "TRI-SAKTI" yang mengacu kepada salah satu ajaran dari pidato "Bung Karno" yang berisi 3 butir konsep yaitu : berdaulat dibidang politik, berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) dibidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Di dunia maya saat ini sedang dihebohkan dengan beredarnya "rumor" nama-nama mentri kabinet "Jokowi-JK" yang diberi nama "Kabinet TRI-SAKTI".... Hehehe... ada-ada saja... negriku ini memang jago "nge-gosip"... di gosok tambah siiippp....
Ternyata kata "TRI" ini juga "nge-top" di kalangan Gereja..., Pasti anda pernah dengar istilah "TRI-DHARMA" Gereja atau 3 tugas utama pengutusan Gereja, yakni "Bersekutu", "Melayani" dan "Bersaksi".... 3 tugas ini seharusnya melekat di "tubuh" gereja, dan boleh dikatakan sebagai "trademark" Gereja... Artinya apalah artinya Gereja jika tidak ada persekutuan sebagai "tubuh Kristus" di dalamnya... Apalah artinya kehadiran Gereja tanpa melaksanakan pelayanan kasih bagi sesama manusia.... dan apalah artinya kehadiran Gereja tanpa menyaksikan "kemuliaan" dan "kebenaran" Allah..... Jika tidak nampak salah satu dari "tri-dharma Gereja" ini, maka hambarlah kehadiran Gereja....
Ada lagi istilah yang lebih mendunia di kalangan "kristiani" yaitu "TRI-TUNGGAL" atau "TRINITAS"... (Inggris: trinity, Latin: trinitas) mengandung arti tiga Pribadi dalam satu kesatuan esensi Allah. Istilah "pribadi" dalam bahasa Yunani adalah "hupostasis", diterjemahkan ke Latin sebagai "persona" (Inggris: Person)... Ini adalah doktrin Iman Kristen yang mengakui Satu Allah Yang Esa, namun hadir dalam Tiga Pribadi: Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus, di mana ketiganya adalah sama esensinya, sama kedudukannnya, sama kuasanya, dan sama kemuliaannya....
Hmmm, akhirnya saya mengucapkan selamat menentukan pilihan dengan "hikmat Tuhan"... apakah "TRISULA" atau "TRISAKTI" ? itu hak kita masing-masing... yang penting jangan lupa "TRI-DHARMA Gereja". Selamat memilih untuk Indonesia yang lebih diberkati....
vzp@bus-cgk-dpk-220514
Selain digunakan untuk "nama orang", sering juga digunakan dalam berbagai istilah, misalnya "TRIKORA" atau "Tiga Komando Rakyat" yaitu 3 butir seruan dari Bung Karno pada tanggal 19 Desember 1961 di Alun-alun Yogyakarta dalam rangka operasi merebut kembali Irian Barat... Anda tentu masih ingat juga dengan istilah "TRITURA" atau "Tiga Tuntutan Rakyat" yang disampaikan oleh para mahasiswa ketika berdemonstrasi pada tanggal 10 Januari 1966 yaitu : 1.Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI); 2.Retooling Kabinet; dan 3.Penurunan Harga/Perbaikan Ekonomi.
Di kalangan akademisi kata "TRI" digunakan dalam istilah "TRI-DHARMA Perguruan Tinggi" yang sekaligus menjadi misi semua Perguruan Tinggi yang berisi 3 poin , yaitu :
1. Pendidikan dan Pengajaran; 2. Penelitian dan Pengembangan; 3. Pengabdian kepada Masyarakat....
Istilah yang menggunakan kata "TRI" kembali mengemuka beberapa hari ini, lantaran kedua kubu "Capres-Cawapres" menggunakannya... Kubu "Prabowo" memperkenalkan konsep "TRI-SULA" yaitu "tombak bermata tiga" untuk menggambarkan kepemimpinan 3 serangkai, yaitu "Prabowo", "Hatta" dan "Ical".... Sementara kubu "Jokowi" melemparkan konsep "TRI-SAKTI" yang mengacu kepada salah satu ajaran dari pidato "Bung Karno" yang berisi 3 butir konsep yaitu : berdaulat dibidang politik, berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) dibidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Di dunia maya saat ini sedang dihebohkan dengan beredarnya "rumor" nama-nama mentri kabinet "Jokowi-JK" yang diberi nama "Kabinet TRI-SAKTI".... Hehehe... ada-ada saja... negriku ini memang jago "nge-gosip"... di gosok tambah siiippp....
Ternyata kata "TRI" ini juga "nge-top" di kalangan Gereja..., Pasti anda pernah dengar istilah "TRI-DHARMA" Gereja atau 3 tugas utama pengutusan Gereja, yakni "Bersekutu", "Melayani" dan "Bersaksi".... 3 tugas ini seharusnya melekat di "tubuh" gereja, dan boleh dikatakan sebagai "trademark" Gereja... Artinya apalah artinya Gereja jika tidak ada persekutuan sebagai "tubuh Kristus" di dalamnya... Apalah artinya kehadiran Gereja tanpa melaksanakan pelayanan kasih bagi sesama manusia.... dan apalah artinya kehadiran Gereja tanpa menyaksikan "kemuliaan" dan "kebenaran" Allah..... Jika tidak nampak salah satu dari "tri-dharma Gereja" ini, maka hambarlah kehadiran Gereja....
Ada lagi istilah yang lebih mendunia di kalangan "kristiani" yaitu "TRI-TUNGGAL" atau "TRINITAS"... (Inggris: trinity, Latin: trinitas) mengandung arti tiga Pribadi dalam satu kesatuan esensi Allah. Istilah "pribadi" dalam bahasa Yunani adalah "hupostasis", diterjemahkan ke Latin sebagai "persona" (Inggris: Person)... Ini adalah doktrin Iman Kristen yang mengakui Satu Allah Yang Esa, namun hadir dalam Tiga Pribadi: Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus, di mana ketiganya adalah sama esensinya, sama kedudukannnya, sama kuasanya, dan sama kemuliaannya....
Hmmm, akhirnya saya mengucapkan selamat menentukan pilihan dengan "hikmat Tuhan"... apakah "TRISULA" atau "TRISAKTI" ? itu hak kita masing-masing... yang penting jangan lupa "TRI-DHARMA Gereja". Selamat memilih untuk Indonesia yang lebih diberkati....
vzp@bus-cgk-dpk-220514
21 Mei 2014
"ELECTION"
Kemarin Komisi Pemilihan Umum -"KPU" - telah menutup pendaftaran
"CAPRES-CAWAPRES"... Ternyata hanya ada dua Pasangan "Capres-Cawapres"
yang mendaftar, mereka adalah dua "Capres" yang dalam setiap "Jajak
Pendapat" selalu menempati 2 posisi teratas... Jokowi mendaftarkan diri
bersama pasangannya "JK" dan Prabowo bersama Hatta Rajasa...
Kedua kubu mulai "perang tanding" visi-misi dan program kerja... semuanya "bernyanyi" untuk kesejahteraan rakyat".... Semoga kalau terpilih nanti tidak seperti lagunya Bang Rinto Harahap yang dilantunkan Hetty Koes Endang :
Kau janjikan berbulan madu, ke ujung dunia
Kau janjikan sepatuku, dari kulit rusa
Tapi janji tinggal janji bulan madu hanya mimpi
Tapi janji tinggal janji di bibirmu
Siapa yang akan menjadi "Nahkoda" yang akan membawa kapal Indonesia 5 tahun mendatang, akan ditentukan oleh pilihan ("ELECTION") rakyat Indonesia sendiri.. ditentukan oleh anda dan saya.... Siapaun yang akan terpilih , saya doakan adalah yang terbaik untuk Indonesia...
Siapa yang akan anda pilih dan siapa yang akan saya pilih... tentunya sangat tergantung penilaian anda dan saya terhadap masing-masing pasangan... dan sudah pasti kriteria atau ukuran yang dipakai setiap orang akan berbeda-beda juga... Ada kubu yang pingin memilih yang "tegas"... tetapi ada juga yang ingin yang "rendah hati".... Yang pasti masing-masing punya "kelebihan" sebaliknya masing-masing juga punya "kelemahan"... kita harus menyadari bahwa tidak ada seorang manusiapun yang sempurna dimuka bumi ini... semua kita adalah makhluk "berdosa" yang hina... Jadi menurut hemat saya dalam mengkampanyekan masing-masing pasangan yang kita unggulkan ada baiknya tidak saling menyerang sisi-sisi negatif, apalagi melakukan "black campaign" yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan...karen a
sekali lagi kita perlu pahami bahwa "tidak ada seorang manusiapun yang
sempurna".... Kesempurnaan itu hanya milik Yang Maha Kuasa... Adalah
sangat bijaksana jika dalam menentukan pilihan, secara rasional kita
menilai visi-misi dan program kerja masing-masing pasangan, mana yang
lebih menjanjikan dan yang terpenting siapa yang bisa kita "percaya"
yang akan menepati janji-janjinya... Jangan menebarkan "fitnah" karena
katanya "fitnah lebih kejam dari pembunuhan"....
Jangan lupa minta "hikmat Tuhan" sebelum menentukan pihan anda.... Tuhan memberkati Indonesia....
Selamat menentukan pilihan anda dengan hikmat Tuhan...
vzp@home-210514
Kedua kubu mulai "perang tanding" visi-misi dan program kerja... semuanya "bernyanyi" untuk kesejahteraan rakyat".... Semoga kalau terpilih nanti tidak seperti lagunya Bang Rinto Harahap yang dilantunkan Hetty Koes Endang :
Kau janjikan berbulan madu, ke ujung dunia
Kau janjikan sepatuku, dari kulit rusa
Tapi janji tinggal janji bulan madu hanya mimpi
Tapi janji tinggal janji di bibirmu
Siapa yang akan menjadi "Nahkoda" yang akan membawa kapal Indonesia 5 tahun mendatang, akan ditentukan oleh pilihan ("ELECTION") rakyat Indonesia sendiri.. ditentukan oleh anda dan saya.... Siapaun yang akan terpilih , saya doakan adalah yang terbaik untuk Indonesia...
Siapa yang akan anda pilih dan siapa yang akan saya pilih... tentunya sangat tergantung penilaian anda dan saya terhadap masing-masing pasangan... dan sudah pasti kriteria atau ukuran yang dipakai setiap orang akan berbeda-beda juga... Ada kubu yang pingin memilih yang "tegas"... tetapi ada juga yang ingin yang "rendah hati".... Yang pasti masing-masing punya "kelebihan" sebaliknya masing-masing juga punya "kelemahan"... kita harus menyadari bahwa tidak ada seorang manusiapun yang sempurna dimuka bumi ini... semua kita adalah makhluk "berdosa" yang hina... Jadi menurut hemat saya dalam mengkampanyekan masing-masing pasangan yang kita unggulkan ada baiknya tidak saling menyerang sisi-sisi negatif, apalagi melakukan "black campaign" yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan...karen
Jangan lupa minta "hikmat Tuhan" sebelum menentukan pihan anda.... Tuhan memberkati Indonesia....
Selamat menentukan pilihan anda dengan hikmat Tuhan...
vzp@home-210514
20 Mei 2014
"KEBANGKITAN"
Rasanya gaung "HARKITNAS" kian nyaris tak terdengar.... Bukankah hari
ini 20 Mei biasanya kita merayakan "HARKITNAS" alias "Hari Kebangkitan
Nasional"? Hmmm "greget"-nya sudah tak terasa... Apakah mungkin karena
Indonesia sudah memasuki era "stabilitas" ? ataukah kita sudah mulai
melupakan sejarah ?... Kata Ebiet G Ade... tanyakan saja pada "rumput
yang bergoyang" hehehehe....
20 Mei ditetapkan sebagai "HARKITNAS" diambil dari hari berdirinya perkumpulan "Budi Utomo" pada tahun 1908... Perkumpulan ini didirikan oleh Dr. Sutomo dan digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo... perkumpulan ini menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia... Digerakkan oleh orang-orang muda yang cukup berpendidikan... mereka coba membuat terobosan atau “breakthrough” bagi bangsa Indonesia untuk keluar dari “penjara” penjajahan.... Saluttt.....! benar-benar sangat berani dan visioner.... Intinya mereka coba “BANGKIT” dari keterpurukan menuju sebuah “KEJAYAAN”.... Akhirnya gerakan mereka mencapai puncaknya 37 tahun kemudian atau tepatnya di tahun 1945, mimpi “kemerdekaan Indonesia” itu menjadi kenyataan.... Luar biasa...! “KEBANGKITAN” yang dimulai dari keberanian dan “visi” yang jelas dan didukung oleh semangat patriotisme yang menyatu dalam aksi nyata “perjuangan” akhirnya menuai “KEMERDEKAAN”..... Hmmmm tanpa semangat gerakan “KEBANGKITAN”, mungkin saja “kemerdakaan” masih berupa mimpi dan angan-angan.....
Semangat “KEBANGKITAN” ini masih terus relevan saat ini dan sampai kapan saja... karena hidup ini adalah sebuah perubahan terus-menerus, sehingga setiap saat dan masa tetap saja ada tantangan yang harus dihadapi.... Dulu... tantangannya adalah menghadapi penjajah..., setelah merdeka, tantangannya adalah pembangunan di segala bidang...., saat ini tantangannya adalah menggapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia... Kesejahteraan masih merupakan tantangan karena menurut “World Bank” pada tahun 2013, peringkat GDP (gross domestic product) Indonesia berada di urutan 100... dimana yang menduduki peringkat pertama adalah Qatar..., Amerika menduduki peringkat ke-9 dan negara tetangga Singapura menduduki peringkat-4... Memang tantangannya semakin sulit karena negara kita merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar sekaligus sebagai negara kepulauan yang luas.... Itulah tantangan “KEBANGKITAN” Indonesia saat ini....
Kalau kita perhatikan baik-baik, sebenarnya jauh hari sebelumnya ketika hitungan “Kalender Gregorian” baru saja dimulai... atau kurang lebih 2000 tahun silam, semangat “KEBANGKITAN” sudah dirintis oleh Sang Pembuat Sejarah sekaligus Sang Penyelamat Dunia..., ketika dipenghujung pelayananNya di dunia, Dia harus terpaku mati di Kayu Silang.... Lalu pada hari ketiga seperti nubuatan para Nabi, Dia menuntaskan misi penyelamatan umat manusia lewat peristiwa “KEBANGKITAN-NYA”...
“KEBANGKITAN-NYA” adalah bukti bahwa Dia berkuasa atas maut..., kata Firman Tuhan : "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?...... “KEBANGKITAN-NYA”menyelamatkan
dunia dari jeratan dosa..... “KEBANGKITAN-NYA”... memerdekakan umat
manusia dari belenggu dosa.... Inilah “The Biggest Breakthrough”
sepanjang sejarah umat manusia.....
Selamat Hari “KEBANGKITAN” Nasional.... selamat menikmati anugerah terbesar... anugerah “KEBANGKITAN-NYA”.....
vzp@home-200514
20 Mei ditetapkan sebagai "HARKITNAS" diambil dari hari berdirinya perkumpulan "Budi Utomo" pada tahun 1908... Perkumpulan ini didirikan oleh Dr. Sutomo dan digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo... perkumpulan ini menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia... Digerakkan oleh orang-orang muda yang cukup berpendidikan... mereka coba membuat terobosan atau “breakthrough” bagi bangsa Indonesia untuk keluar dari “penjara” penjajahan.... Saluttt.....! benar-benar sangat berani dan visioner.... Intinya mereka coba “BANGKIT” dari keterpurukan menuju sebuah “KEJAYAAN”.... Akhirnya gerakan mereka mencapai puncaknya 37 tahun kemudian atau tepatnya di tahun 1945, mimpi “kemerdekaan Indonesia” itu menjadi kenyataan.... Luar biasa...! “KEBANGKITAN” yang dimulai dari keberanian dan “visi” yang jelas dan didukung oleh semangat patriotisme yang menyatu dalam aksi nyata “perjuangan” akhirnya menuai “KEMERDEKAAN”..... Hmmmm tanpa semangat gerakan “KEBANGKITAN”, mungkin saja “kemerdakaan” masih berupa mimpi dan angan-angan.....
Semangat “KEBANGKITAN” ini masih terus relevan saat ini dan sampai kapan saja... karena hidup ini adalah sebuah perubahan terus-menerus, sehingga setiap saat dan masa tetap saja ada tantangan yang harus dihadapi.... Dulu... tantangannya adalah menghadapi penjajah..., setelah merdeka, tantangannya adalah pembangunan di segala bidang...., saat ini tantangannya adalah menggapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia... Kesejahteraan masih merupakan tantangan karena menurut “World Bank” pada tahun 2013, peringkat GDP (gross domestic product) Indonesia berada di urutan 100... dimana yang menduduki peringkat pertama adalah Qatar..., Amerika menduduki peringkat ke-9 dan negara tetangga Singapura menduduki peringkat-4... Memang tantangannya semakin sulit karena negara kita merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar sekaligus sebagai negara kepulauan yang luas.... Itulah tantangan “KEBANGKITAN” Indonesia saat ini....
Kalau kita perhatikan baik-baik, sebenarnya jauh hari sebelumnya ketika hitungan “Kalender Gregorian” baru saja dimulai... atau kurang lebih 2000 tahun silam, semangat “KEBANGKITAN” sudah dirintis oleh Sang Pembuat Sejarah sekaligus Sang Penyelamat Dunia..., ketika dipenghujung pelayananNya di dunia, Dia harus terpaku mati di Kayu Silang.... Lalu pada hari ketiga seperti nubuatan para Nabi, Dia menuntaskan misi penyelamatan umat manusia lewat peristiwa “KEBANGKITAN-NYA”...
“KEBANGKITAN-NYA” adalah bukti bahwa Dia berkuasa atas maut..., kata Firman Tuhan : "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?...... “KEBANGKITAN-NYA”menyelamatkan
Selamat Hari “KEBANGKITAN” Nasional.... selamat menikmati anugerah terbesar... anugerah “KEBANGKITAN-NYA”.....
vzp@home-200514
19 Mei 2014
"PREDATOR"
Beberapa hari belakangan ini, di beberapa media menggunakan istilah
"PREDATOR SEKSUAL" yang merupakan sebutan untuk para pelaku "Pelecehan
seksual" kepada anak-anak... Tanggal 7 Mei yang lalu saya pernah menulis
tentang "MOMOK PEDOFIL" yang terkuak dimana-mana... Mungkin karena
saking kesalnya masyarakat dan saking banyak orang yang mengutuk aksi
kejahatan ini, sehingga para wartawan menyematkan istilah "PREDATOR SEKSUAL" bagi para pelaku pedofil....
"PREDATOR" artinya binatang yg hidupnya dari memangsa binatang lain atau hewan pemangsa hewan lain... Hmmm..., perilaku para pelaku "pedofil" itu memang tanpa mereka sadari ya... seperti "hewan predator".., yang memangsa korban mereka tanpa perasaan....
Nah sebenarnya dalam "ekologi", "PREDATOR" adalah hal yang "lumrah" dan dikenal dalam sistem "rantai makanan"... Selalu akan ada "Pemangsa" atau "PREDATOR" dan ada "PREY" atau yang dimangsa..... itulah dunia dimana kita hidup ini... Saya masih ingat benar dulu waktu belajar ilmu pengetahuan alam sempat belajar tentang "Omnivora", "Carnivora" dan "Herbivora"... Nah Carnivora itu kalau "ngga"salah ingat adalah sebutan untuk mahkluk pemakan daging...,Herbivora adalah mahkluk pemakan tumbuhan... sedangkan Omnivora adalah pemakan daging dan tumbuhan... Manusia termasuk jenis Omnivora....
"Predator" itu memang bagian dari gaya hidup binatang atau hewan... yang saling memangsa agar bisa hidup... yang kuat akan menjadi "PREDATOR" sedangkan yang lemah akan menjadi "PREY"... Berbeda dengan binatang, maka manusia tidak di diciptakan untuk menjadi "PREDATOR" bagi sesamanya... Walaupun dalam kenyataan hidup, kita akan bertemu dengan "yang kuat" dan "yang lemah"... "yang kaya" dan "yang miskin"... "yang gemuk" dan yang "kurus"... "yang menjadi Bos" dan "yang menjadi bawahan" tetapi tetap saja dari "sononya", manusia bukan diciptakan untuk saling "memangsa"....
Pasti kita masih ingat pesan ini : "Kasihilah sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri"... Pesan ini jelas mengajak kita agar tidak menjadi "PREDATOR" bagi sesama... Kalau "PREDATOR" kerjaannya selalu "mencari dan memangsa" agar bisa hidup maka sebaliknya kita diutus untuk menjadi "berkat" kehidupan bagi sesama...
Selamat menjadi "berkat" bagi sesama....
vzp@home-190514
"PREDATOR" artinya binatang yg hidupnya dari memangsa binatang lain atau hewan pemangsa hewan lain... Hmmm..., perilaku para pelaku "pedofil" itu memang tanpa mereka sadari ya... seperti "hewan predator".., yang memangsa korban mereka tanpa perasaan....
Nah sebenarnya dalam "ekologi", "PREDATOR" adalah hal yang "lumrah" dan dikenal dalam sistem "rantai makanan"... Selalu akan ada "Pemangsa" atau "PREDATOR" dan ada "PREY" atau yang dimangsa..... itulah dunia dimana kita hidup ini... Saya masih ingat benar dulu waktu belajar ilmu pengetahuan alam sempat belajar tentang "Omnivora", "Carnivora" dan "Herbivora"... Nah Carnivora itu kalau "ngga"salah ingat adalah sebutan untuk mahkluk pemakan daging...,Herbivora adalah mahkluk pemakan tumbuhan... sedangkan Omnivora adalah pemakan daging dan tumbuhan... Manusia termasuk jenis Omnivora....
"Predator" itu memang bagian dari gaya hidup binatang atau hewan... yang saling memangsa agar bisa hidup... yang kuat akan menjadi "PREDATOR" sedangkan yang lemah akan menjadi "PREY"... Berbeda dengan binatang, maka manusia tidak di diciptakan untuk menjadi "PREDATOR" bagi sesamanya... Walaupun dalam kenyataan hidup, kita akan bertemu dengan "yang kuat" dan "yang lemah"... "yang kaya" dan "yang miskin"... "yang gemuk" dan yang "kurus"... "yang menjadi Bos" dan "yang menjadi bawahan" tetapi tetap saja dari "sononya", manusia bukan diciptakan untuk saling "memangsa"....
Pasti kita masih ingat pesan ini : "Kasihilah sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri"... Pesan ini jelas mengajak kita agar tidak menjadi "PREDATOR" bagi sesama... Kalau "PREDATOR" kerjaannya selalu "mencari dan memangsa" agar bisa hidup maka sebaliknya kita diutus untuk menjadi "berkat" kehidupan bagi sesama...
Selamat menjadi "berkat" bagi sesama....
vzp@home-190514
18 Mei 2014
"SELFIE"
Tadinya saya sama sekali tidak tahu istilah ini..., terakhir waktu
nonton salah satu infotainment yang sedang membahas topik ini, baru saya
tahu.., ternyata "SELFIE" ini berasal dari "Self Potrait" atau
mengabadikan diri sendiri dengan perangkat elektronik...
Istilah ini semakin populer belakangan ini..., apalagi hampir semua handphone sudah dilengkapi dengan kamera digital, sehingga memudahkan siapa saja melakukan "SELFIE"
Setelah saya mencari tahu asal-usul "SELFIE", ternyata fenomena "SELFIE" sudah dimulai sejak lama sekali.... Katanya "SELFIE" dilakukan pertama kali oleh "Robert Cornelius" pada tahun 1839. Lalu kemudian saat kamera polaroid mulai menjadi salah satu tren di tahun 70an, "Andy Warhol" juga pernah melakukan hal tersebut dan tercatat sebagai "selfie" kedua dalam sejarah.
Bisa dibayangkan, cukup sullit melakukan "SELFIE" dengan kamera non-digital jaman dulu... tetapi dengan kemajuam teknologi photographi, apalagi dengan ditemukannya teknologi "timer", maka kegiatan "SELFIE" semakin mudah dilakukan... Kini sudah beredar perangkat-perangkat digital yang dilengkapi dengan "dual camera", sehingga semakin "memanjakan" para "penggila SELFIE", karena dengan teknologi "dual camera" kita bisa memantau objek "jepretan" sebelum melakukan pengambilan gambar, sehingga memungkinkan untuk "bergaya" dulu dengan berbagai pose yang diinginkan... dan pastinya hasil "SELFIE" semakin "keren abis"..... Hal ini yang menyebabkan trend "SELFIE" semakin berkembang dan bertebaran di berbagai media sosial.... Saya sangat yakin, semua pemilik perangkat digital yang memiliki fasilitas camera pasti semuanya pernah melakukan "SELFIE"... Iya kan ???.. hehehe..
Pernahkah anda kaget ketika melihat foto diri sendiri..., saya sendiri kadang menjadi kaget juga melihat wajah sendiri.... itu tandanya kita "kurang" mengenal wajah sendiri.... Hal seperti ini sering terjadi ketika kita berada di depan cermin... koq "gini sih tampang saya ?.. Koq, sudah mulai ada uban sih ?.... Koq sudah mulai banyak kerutan sih?... seolah tak percaya memandang wajah sendiri... akhirnya banyak juga yang memanfaatkan berbagai "software" untuk memanipulasi hasil "jepretan" wajah... biar tambah cantik... biar kelihatan lebih muda..., biar "kerutan" ngga terlihat..., biar uban ngga kelihatan... biar lebih langsing... pokoknya biar terlihat lebih "sempurna"... Intinya kalau soal "penampilan" hampir semua kita maunya terlihat "sempurna"... Ini memang sangat manusiawi.., semuanya pingin tampilan fisik-nya "enak" dilihat orang lain.... Nah... seringkali banyak diantara kita yang melupakan tampilan "non-fisik" alias "inner beauty"... karena mungkin tidak langsung terlihat makanya terabaikan... Sampai-sampai ada sebuah lagu tradisional dari "maluku" yang menasihati orang muda seperti ini ... : "Huhate... huhate... huhate bae.. bae.. jangan sampai sembarang orang la tagaeee.. Sio jangan.. sio jangan... jangan paparipi... kulit doriang... sio baduri....".. artinya orang muda kalau pilih "teman" jangan terburu-buru... jangan hanya tampilan luarnya saja yang diperhatikan, tetapi juga perlu diperhatikan "tampilan dalamnya" atau "inner beauty"-nya... alias perilakunya... kalau "ngga" jangan menyesal kalau dapat kulit durian... banyak durinya boo!!.... akan sangat menyakiti.... Jangan sampai terlambat.... so "kudu ati-ati" dari awal... Perhatikan baik-baik perilakunya....
Tapi biar "fair" seharusnya bukan hanya memperhatikan orang lain, tetapi yang lebih penting, apakah kita sendiri sudah memiliki perilaku yang bisa dibanggakan..??? Hmmmm jangan sampai selumbar dimata orang terlihat oleh kita..., tetapi balok di dalam mata sendiri tidak kita sadari... Ini sih namanya "fatal" alias "kecelakaan"... hehehe....
Paulus menawarkan kepada kita model "inner beauty" atau "perilaku" yang ideal... Kata Paulus : "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu"... Inilah yang dikenal dengan "fruit of the spirit" alias "buah-buah Roh"... So pasti sobat... asalnya dari pekerjaan Roh yang bekerja di dalam diri seseorang yang mau membiarkan dirinya dipimpin oleh Roh... artinya kalau hidup kita dipimpin oleh Roh, maka pasti berbuah 9 jenis buah Roh ini....
Mari lakukan "SELFIE" untuk "inner beauty" atau "peri-laku" kita... Buah apakah yang tampak darinya ???... Selamat mempercantik "inner beauty" semoga bisa secantik "fruit of the spirit"...
vzp@home-180514
Istilah ini semakin populer belakangan ini..., apalagi hampir semua handphone sudah dilengkapi dengan kamera digital, sehingga memudahkan siapa saja melakukan "SELFIE"
Setelah saya mencari tahu asal-usul "SELFIE", ternyata fenomena "SELFIE" sudah dimulai sejak lama sekali.... Katanya "SELFIE" dilakukan pertama kali oleh "Robert Cornelius" pada tahun 1839. Lalu kemudian saat kamera polaroid mulai menjadi salah satu tren di tahun 70an, "Andy Warhol" juga pernah melakukan hal tersebut dan tercatat sebagai "selfie" kedua dalam sejarah.
Bisa dibayangkan, cukup sullit melakukan "SELFIE" dengan kamera non-digital jaman dulu... tetapi dengan kemajuam teknologi photographi, apalagi dengan ditemukannya teknologi "timer", maka kegiatan "SELFIE" semakin mudah dilakukan... Kini sudah beredar perangkat-perangkat digital yang dilengkapi dengan "dual camera", sehingga semakin "memanjakan" para "penggila SELFIE", karena dengan teknologi "dual camera" kita bisa memantau objek "jepretan" sebelum melakukan pengambilan gambar, sehingga memungkinkan untuk "bergaya" dulu dengan berbagai pose yang diinginkan... dan pastinya hasil "SELFIE" semakin "keren abis"..... Hal ini yang menyebabkan trend "SELFIE" semakin berkembang dan bertebaran di berbagai media sosial.... Saya sangat yakin, semua pemilik perangkat digital yang memiliki fasilitas camera pasti semuanya pernah melakukan "SELFIE"... Iya kan ???.. hehehe..
Pernahkah anda kaget ketika melihat foto diri sendiri..., saya sendiri kadang menjadi kaget juga melihat wajah sendiri.... itu tandanya kita "kurang" mengenal wajah sendiri.... Hal seperti ini sering terjadi ketika kita berada di depan cermin... koq "gini sih tampang saya ?.. Koq, sudah mulai ada uban sih ?.... Koq sudah mulai banyak kerutan sih?... seolah tak percaya memandang wajah sendiri... akhirnya banyak juga yang memanfaatkan berbagai "software" untuk memanipulasi hasil "jepretan" wajah... biar tambah cantik... biar kelihatan lebih muda..., biar "kerutan" ngga terlihat..., biar uban ngga kelihatan... biar lebih langsing... pokoknya biar terlihat lebih "sempurna"... Intinya kalau soal "penampilan" hampir semua kita maunya terlihat "sempurna"... Ini memang sangat manusiawi.., semuanya pingin tampilan fisik-nya "enak" dilihat orang lain.... Nah... seringkali banyak diantara kita yang melupakan tampilan "non-fisik" alias "inner beauty"... karena mungkin tidak langsung terlihat makanya terabaikan... Sampai-sampai ada sebuah lagu tradisional dari "maluku" yang menasihati orang muda seperti ini ... : "Huhate... huhate... huhate bae.. bae.. jangan sampai sembarang orang la tagaeee.. Sio jangan.. sio jangan... jangan paparipi... kulit doriang... sio baduri....".. artinya orang muda kalau pilih "teman" jangan terburu-buru... jangan hanya tampilan luarnya saja yang diperhatikan, tetapi juga perlu diperhatikan "tampilan dalamnya" atau "inner beauty"-nya... alias perilakunya... kalau "ngga" jangan menyesal kalau dapat kulit durian... banyak durinya boo!!.... akan sangat menyakiti.... Jangan sampai terlambat.... so "kudu ati-ati" dari awal... Perhatikan baik-baik perilakunya....
Tapi biar "fair" seharusnya bukan hanya memperhatikan orang lain, tetapi yang lebih penting, apakah kita sendiri sudah memiliki perilaku yang bisa dibanggakan..??? Hmmmm jangan sampai selumbar dimata orang terlihat oleh kita..., tetapi balok di dalam mata sendiri tidak kita sadari... Ini sih namanya "fatal" alias "kecelakaan"... hehehe....
Paulus menawarkan kepada kita model "inner beauty" atau "perilaku" yang ideal... Kata Paulus : "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu"... Inilah yang dikenal dengan "fruit of the spirit" alias "buah-buah Roh"... So pasti sobat... asalnya dari pekerjaan Roh yang bekerja di dalam diri seseorang yang mau membiarkan dirinya dipimpin oleh Roh... artinya kalau hidup kita dipimpin oleh Roh, maka pasti berbuah 9 jenis buah Roh ini....
Mari lakukan "SELFIE" untuk "inner beauty" atau "peri-laku" kita... Buah apakah yang tampak darinya ???... Selamat mempercantik "inner beauty" semoga bisa secantik "fruit of the spirit"...
vzp@home-180514
Langganan:
Postingan (Atom)