17 Mei 2014

"ZANE"

Kalau kita merasa diberkati, pasti kita akan berkata : "hidup adalah anugerah"... saya sangat sepakat dengan pernyataan ini..., bukankah kita bisa lahir ke dunia ini saja sudah merupakan "anugerah terbesar"?... Ketika saya diberikan kesempatan untuk memiliki seorang anak, saya benar-benar merasakan itu adalah anugerah terindah buat saya dan istri.., apalagi prosesnya ternyata tidak seperti yang dibayangkan... Anugerah Tuhan yang "luar biasa" ini saya jadikan monumen dengan memberikan nama kepada anak saya "ZANE"... apa itu artinya "ZANE" silahkan simak tulisan nostalgia yang saya tulis di Blog anak saya (http://dean-zane.blogspot.com/2006/02/arti-nama-saya.html) pada tgl. 3 Februari 2006 lalu... Ini adalah tulisan "imajiner"... seakan-akan anak saya yang menulisnya..... judulnya : "Arti Nama Saya...."

-----
Ada orang yang mengatakan :" Apalah arti sebuah nama??"
Ternyata nama saya sangat berarti..., mau tau arti nama saya ???
Nah.. arti nama saya sbb. :

DEAN
Ini sebenarnya gabungan nama Mama dan Papa, yakni dari DEssyre dan valeriAN.
Tetapi nama ini juga aslinya adalah nama dari Ibrani (Hebrew) yang mempunyai arti :"God is my judge". Nama ini adalah turunan dari Nama DANIEL.
Di dalam Alkitab nama Daniel ada 2 , yakni anak ke-dua dari Daud dan Abigail serta Nama Nabi Daniel yang sangat termashur dengan Iman-nya.

ZANE
Nama ini diberikan oleh Papa, dan katanya Papa memilih nama yang dimulai dengan huruf Z agar sama dengan huruf awal dari nama ke-dua Papa yakni ZORIN.
Nama ini aslinya berasal dari Ibrani (Hebrew) yang memiliki arti :"Gracious Gift of God".
Nama ini diturunkan dari nama John.
Di dalam Alkitab mengacu kepada nama Yohanis (Jhon) Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus ke dunia.

Menurut Papa dan Mama sebenarnya kalau saya perempuan akan dinamakan "Miracle", karena menurut dokter, Mama bisa mengandung saya adalah suatu "keajaiban". Ceritanya waktu mama lagi hamil dan periksa dengan USG di RSB YPK, ternyata didalam rahim Mama ada "Myom" yang katanya menutupi, sehingga ketika dokter Yusfa melihat Myom ini, kata pertama yang keluar dari mulutnya adalah : "Miracle!!", kemudian perawat yang membantunya menambahkan :"Untung ibu bisa hamil".
Menurut Papa, sebenarnya Papa sudah mencari nama padanan "Miracle" untuk laki-laki, tetapi agak sulit mendapatkannya.
Akhirnya Papa dan Mama mencari nama ke-dua saya dengan syarat harus memiliki arti "Berkat dari Tuhan" atau "Pemberian Tuhan" dan cukup 4 huruf atau kurang.
Lalu Papa-pun membeli buku tentang Nama Bayi serta searching di Internet, akhirnya menemukan nama ZANE di http://www.biblical-baby-names.com/
Itulah latar belakang pemberian nama untuk saya....
Wah... pasti Papa bekerja keras untuk mendapatkan nama itu yach....
------

Hidup ini memang harus disyukuri, karena hidup ini adalah anugerah... So.. mari jalani terus hidup dan nikmati berkat-berkat Tuhan dalam hidup ini dengan menjadi saluran berkat juga bagi orang lain...

Jangan berhenti berbuat baik..! jalani terus hidup ini, karena kata Alberth Einstein : “Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving.” Hmmm kita harus berjalan terus... mengisi hidup ini dengan perbuatan baik, karena dengan itulah hidup kita menjadi "seimbang"... Hidup ini "take and give"... semua anugerah yang sempurna dari Tuhan seharusnya diteruskan kepada sesama...

Jangan kuatir dengan hidup ini, simak janji Tuhan ini : "Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Selamat menikmati hidup yang adalah "Gracious Gift of God" dengan menjadi "Gracious Gift" bagi sesama....

vzp@home-170514

16 Mei 2014

"TOL"

Seperti hari-hari lainnya, ketika berangkat kerja selalu melewati jalur "TOL"... mulai masuk dari Tanjung Barat menuju Bandara Soetta menyusuri 4 ruas "TOL", ruas "lingkar luar" terus ke "jagorawi", lalu masuk "lingkar dalam" atau lebih dikenal dengan "tol dalam kota" dan terakhir masuk "tol bandara"... Tanpa sadar setiap hari, untuk menuju tempat kerja harus melewati 4ruas "TOL" yang menembus 3 propinsi... ckckckc... termyata daku adalah pekerja "antar propinsi" hehehe.... Bayangkan saja..., rumah di Jawa Barat.., menuju kerja harus melewati "DKI Jakarta", kantornya di "Banten".... Bisa dibayangkan kan... kalau tidak ada jalan "TOL" berapa lama waktu yang harus dihabiskan hanya untuk perjalanan... Hmmmm inilah balada hidup kaum "urban"...
"Jalan TOL" itu merupakan jalan "bebas hambatan" karena tidak pernah bertemu dengan "traffic light" atau lampu pengatur lalu-lintas pada setiap perempatan... di "TOL" tidak ada perempatan atau persimpangan, makanya "bebas hambatan"... Walaupun dengan "TOL" bisa memangkas banyak waktu, tetapi di Indonesia tidak ada "TOL" yang "gratis"... "Bebas hambatan" bukan berarti "Bebas bayar".... ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kenikmatan...

Berharap seperti "jalan TOL" bebas hambatan dan cepat, seringkali membuat kita "ngga" sabaran dalam menata langkah-langkah hidup ini... Mungkin hal ini dipengaruhi juga oleh ciri khas gaya hidup moderen yang serba cepat dan serba "instan", yang selalu dikejar dengan angka-angka dan target serta "date line" yang harus dicapai sehingga memaksa kita masuk dalam pusaran serba "instan" tersebut.... Sebenarnya tidak ada yang salah dengan "gaya hidup" seperti ini..., tetapi bahayanya kadang membuat kita bisa "menghalalkan segala cara" untuk mengejar target atau bahkan membuat kita mengambil "jalan pintas" dengan "menabrak" semua rambu termasuk "rambu moralitas" dan "rambu spiritualitas"...
Kalau kita tidak berhati-hati dan tidak memiliki "pegangan hidup", bisa-bisa kita akan terseret oleh pusaran "gaya hidup" demikian... Dampaknya bisa berimbas kemana-mana... salah satunya Keutuhan dan keharmonisan "keluarga" bisa menjadi taruhannya... dan lebih parah lagi kehidupan "spriritualitas" kita bisa "mati suri" karena kehilangan "fokus hidup"... Wow... benar-benar menakutkan karena semuanya bisa terjadi tanpa kita sadari...

Berada dalam "ritme hidup" dunia, tetapi tidak terseret "arus dunia" itulah "gaya" dan "pola" hidup yang ditawarkan Paulus kepada kita...
Kata Paulus :"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna..."
Kita diajak untuk tidak terseret dan menjadi serupa dengan "gaya dunia" yang selalu "menghalalkan" segala cara dan selalu mengambil "jalan pintas" dengan melanggar "kehendak Tuhan"... dengan cara melakukan "pembaharuan budi" terus-menerus agar memiliki "hikmat" untuk dapat membedakan yang baik, yang berkenan dan yang sempurna...

Jalan "TOL" memang mempercepat waktu tempuh dan bisa menjadi lintasan "pintas"... tetapi tetap saja kita harus memperhatikan "rambu-rambu" agar tidak terjadi kecelakaan fatal... bahkan ada "harga" yang harus dibayar...
Tetap menjadi "berhikmat" walaupun ada dalam "jalur hidup moderen" memerlukan "fokus" yang ekstra untuk tetap mengikuti "rambu-rambu Tuhan" dan tentunya ada harga yang harus dibayar... yaitu kesediaan untuk dibentuk olehNya lewat pembaharuan budi.... Tanpa itu..., lambat tapi pasti kita akan terhisap masuk dalam "pusaran gaya hidup serba instan"...

Kata Yesus : "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup"... Hmmm.. kalau selama ini kita berjibaku mencari "hidup" di pusaran dunia... maka sekarang kita diajak untuk menemukan "Kehidupan sejati" melalui "Jalan dan Kebenaran"... Itulah "jalan bebas hambatan" atau "jalan TOL" yang disediakan bagi siapa saja yang percaya kepadaNya... agar memiliki "hidup" yang kekal...

Let's we sing together.... : ... Cari apa didalam dunia...., cari apa didalam dunia...., cari dunia gampang binasa, cari YESUS yg penuh cinta....

Selamat memasuki "Jalan kebenaran dan kehdupan....

vzp@ofc-160514

15 Mei 2014

"LAWAMENA HAULALA"

Hari ini Indonesia merayakan hari Pattimura, pahlwan nasional asal negri maluku. Pattimura diberi gelar pahlawan nasional karena rela mengorbankan nyawanya untuk melawan penjajah demi membela hak-hak rakyat maluku yang dirampas. Keberanian yang luar biasa ditunjukkan oleh Kapitan Pattimura yang melawan hanya dengan bersenjatakan Parang dan Salawaku.. walaupun senjatanya sangat sederhana tetapi dia tetap maju melawan... sekali maju terus maju... Rakyat Maluku memiliki semboyan "Lawamena Haulala" yang berarti "maju terus pantang mundur"... Semboyan ini menggambarkan keberanian orang Maluku seperti yang dicontohkan oleh Pattimura...
Keberanian tanpa perhitungan sering kali menjadi "kekonyolan"..., tetapi keberanian yang dilandasi untuk melawan ketidak-adilan dan ketidak benaran adalah sebuah perbuatan kepahlawanan yang terpuji. Jangan pernah mundur selangkahpun untuk membela kebenaran... karena lamban tapi pasti, kebenaran akan mengalahkan ketidak-adilan dan kejahatan....

Keberanian yang menyombongkan kekuatan diri, seperti yang ditunjukkan oleh Goliat pasti akan menuai kegagalan..., tetapi keberanian yang dilandaskan kekuatan Tuhan, seperti yang dimiliki Daud akan mengalahkan kekuatan kesombongan.....
Maju terus pantang mundur untuk membela kebenaran dengan dilandasi kasih dan kuat kuasa Tuhan yang akan memberikan semangat ekstra bagi kita ketika harus menghadapi tantangan dan penderitaan...
Ketika kita harus menyatakan sebuah kebenaran, jangan pernah surut dan padam semangat apalagi bersembunnyi dalam sebuah kemunafikan, yakinlah bahwa kekuatan "kebenaran" pasti akan mengalahkan kejahatan... Kalau "gelap" katakanlah "gelap"! karena "terang" tidak pernah bisa bersatu dengan "gelap"?

"LAWAMENA HAULALA".., Maju terus pantang mundur..sebagai anak-anak terang..

vzp@home-150514

14 Mei 2014

"DIALOG"

"Dialog" atau "percakapan" adalah wadah komunikasi antar manusia untuk mengungkapkan isi hati... Bisa dibayangkan bagaimana kalau dalam hidup ini tidak ada "dialog"... pasti masing-masing orang akan berjalan dengan keinginan dan kemauannya sendiri tanpa memperdulikan keinginan dan kemauan orang lain di sekitarnya... Sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan lainnya, maka dialog merupakan "jembatan" yang menghubungkan dan mempersatukan keinginan dan kemauan yang berbeda-beda... Tidak ada seorang manusiapun yang mampu melakukan segala sesuatu sendiri.... Karena masing-masing orang dianugerahkan "talenta" yang berbeda-beda dengan kapasitas yang berbeda-beda... Nah... untuk itu, semua kita saling membutuhkan seorang dengan yang lain untuk saling mengisi dan saling menyempurnakan... Tidak mungkin seseorang mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain....
Hmmmm... bisa dibayangkan kan.... jika seseorang tidak pernah melakukan "dialog" dengan orang lain.... sudah dapat dipastikan banyak kesulitan akan dihadapinya....

Saat mencari arti kata "dialog" di Kamus Besar Bahasa Indonesia, saya menemukan 3 hal menarik yang berhubungan dengan kata "dialog"..
Yang pertama adalah "DIALOG BATIN" yaitu dialog yang diucapkan sendiri untuk mengungkapkan pikiran atau perasaannya tanpa ditujukkan kepada orang lain... Hmmm sadar atau tidak ternyata kita semua pasti melakukan "dialog" dengan diri sendiri... Di buku "Success Intelligence" dikatakan : "Percakapan paling penting dalam hidup anda adalah percakapan yang anda lakukan dengan diri sendiri. Dialog batin anda sendiri merupakan kunci penting menuju sukses"...
Secara sederhana dapat saya gambarkan seperti ini... jika kita mengatakan kepada diri sendiri tentang hal-hal positif, maka pikiran kita akan diwarnai hal positif sehingga kemungkinan besar apa yang kita lakukan pastilah hal yang positif... begitupun jika pikiran kita diarahkan untuk kesuksesan.., maka jalan menuju sukses itu semakin mudah... sebaliknya jika dialog batin kita berisi "pesimis", "keraguan", "ketakutan" atau hal-hal "negatif" lainnya, sudah dapat dipastikan jalan menuju sukses sudah dihambat sebelum kita mulai melakukan sesuatu.... atau kalaupun kita mulai melakukan, hampir dipastikan apa yang kita lakukan diwarnai hal-hal negatif.....

Yang kedua adalah “DIALOG HORISONTAL”, yaitu dialog yang dilakukan antara orang atau kelompok orang yang kedudukan atau pengetahuannya sama atau seimbang... Sederhananya, ini adalah dialog antar “sesama manusia”... Tujuan dialog ini untuk saling menukar informasi atau pengetahuan sehingga kedua belah pihak bisa mengambil manfaat positif bagi masing-masing.... Masih ingat pepatah “Seperti katak dalam (dibawah) tempurung” yang berarti : seseorang yang wawasannya kurang luas, bodoh, picik.. Pepatah ini sangat cocok bagi siapa saja yang tidak memerlukan sebuah “dialog”.... yang merasa bahwa dia telah menguasai semuanya...., tetapi ternyata semua yang diketahuinya hanyalah sebatas “tempurung”.... di luar tempurung ternyata luasnya dunia tidak terhingga... Itulah sebabnya “dialog” itu sangat dibutuhkan siapa saja.... Bahkan ketika kita berdialog dengan orang yang menurut kita lebih rendah pengetahuannya, kita perlu menyimak dengan baik, karena kadangkala ada hal-hal yang bisa kita pelajari dari orang tersebut.... Jujur..., dalam beberapa hal saya belajar dari anak saya Dean yang baru kelas 2 SD... atau kadang kita belajar cara hidup dari orang-orang yang hidupnya “lebih susah” dari kita... Itulah mengapa Tuhan menciptakansemua orang dalam perbedaan masing-masing... supaya kita saling “dialog” dan saling belajar.......

Yang ketiga adalah “DIALOG VERTIKAL”, yaitu dialog yang dilakukan antar orang atau kelompok orang yang kedudukannya berbeda... yang satu lebih rendah... dan yang lain lebih tinggi... misalnya antara buruh dan majikan, antara mahasiswa dan menteri dll... Bagi saya “DIALOG VERTIKAL” yang paling penting adalah dialog antara kita manusia dengan Sang Pencipta..... inilah yang sering disebut sebagai “DIALOG SPIRITUAL”.. dialog antara “ciptaan” dan “Sang Pencipta”... Pernahkah anda membaca tulisan mengenai “DIALOG” antara “Alberth Einstein” si pakar ilmu fisika dengan salah seorang profesornya...
---------
(Alberth Einstein) : “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab :

(Professor) : “Tentu saja, seperti yang telah saya katakan sebelumnya. Kita melihat secara langsung maupun lewat pemberitaan, banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara umat manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

(Alberth Einstein) : “Sekali lagi Anda keliru Prof.. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah keadaan dimana seseorang sedang mengalami ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.
---------
Nah... semoga saja penggalan percakapan “Einstein” dan profesor diatas bisa membuka mata hati kita untuk melihat pentingnya “DIALOG VERTIKAL” dengan Tuhan.... agar kita tidak mengalami “ketiadaan Tuhan”....

Meyakinkan diri sendiri lewat “DIALOG BATIN” itu penting untuk membangun konsep “positive thinking”..., begitupun dengan “DIALOG HORISONTAL” yang juga tak kalah penting untuk hidup saling “mengasihi” dan saling “mengisi” dengan sesama... dan yang terpenting adalah “DIALOG VERTIKAL” dengan Sang Pencipta yang biasanya dilakukan dalam bentuk “ber-doa” dan “Saat Teduh” untuk menghindarkan kita dari kondisi “ketiadaan Tuhan”....

Selamat “BERDIALOG”.... semoga kita tidak terperangkap pada kondisi “ketiadaan Tuhan”.... Imanuel.. Tuhan berserta kita...

vzp@ofc-140514

13 Mei 2014

"CITA"

Kata "CITA" selalu dikaitkan dengan beberapa kata lain untuk membentuk "kata majemuk", misalnya "duka cita", "suka cita", "cita rasa" dll... Menurut Kamus besar bahasa Indonesia, salah satu arti kata "cita" adalah : "rasa; perasaan hati".. "Duka cita" itu berarti perasaan hati yang berduka... "Suka cita" itu berarti perasaan hati yang lagi suka atau senang... So... "cita" itu bertalian dengan "perasaan hati" ... Hmmm bicara tentang "perasaan hati"... pasti kita ingat pepatah ini : "Dalam laut bisa diduga, dalam hati siapa tahu"... makna dari pepatah ini adalah kita tidak bisa memahami dan menduga isi hati seseorang, karena tersembunyi ...
Nah loo... kalau gitu ya "kudu ati-ati" kata orang betawi... Bisa saja teman atau rekan kita terlihat "bermuka manis"... ketika mendengar "ocehan" kita, eeee.. tau-nya "maki-maki" di dalam hati.... Atau bisa terjadi seseorang bisa terlihat sangat "baik" kepada kita, tetapi ternyata "menikam" dari belakang.... Nah... ada tipe orang yang kalau lagi marah atau lagi "ngga" senang, terbaca dari raut muka atau dari tingkah-lakunya..., tetapi ada yang ber-tipe tidak terbaca... makanya didalam berkomunikasi atau dalam pergaulan bahkan dalam hubungan di dalam keluarga.., kita perlu berhati-hati menggunakan "kata-kata" dan "ber-tingkah-laku"... Menjaga perasaan orang lain adalah hal yang sangat penting di dalam membangun sebuah hubungan atau relasi.... Menghormati orang lain adalah cara paling baik dalam membangun komunikasi... walaupun kita lebi tua atau lebih kaya atau lebih pintar atau lebih "yang lain" jangan pernah menganggap remeh orang lain...

Ada 2 hal yang selalu terbaca atau terlihat oleh orang lain ketika berinteraksi dengan kita, yaitu : Apa yang kita "katakan" dan apa yang kita "lakukan"... Berhati-hatilah dengan apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan... karena kedua hal ini bisa menembus "perasaan hati" orang lain dan bahkan bisa melukainya... "perasan hati" yang terluka sangat sulit untuk dipulihkan karena akan menjadi noda yang membekas....

Kata Amsal : "Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan"... Hmmm kita diajak untuk bijak dalam bertutur kata... karena lidah bisa menusuk seperti pedang.... Yang luar biasa, kita diajak menggunakan bibir untuk "menyembuhkan"... Setiap kata yang keluar dari bibir kita seharusnya menghibur dan bertaburan berkat sehingga "perasaan hati" orang yang mendengarkan mendapat penghiburan dan kekuatan...
Sering dari mulut kita keluar "puji-pujian" kepada Tuhan..., tetapi disaat yang lain dari mulut yang sama keluar "kutukan" bagi sesama... Nah...mari kita belajar menjadi bijak dalam bertutur...

Kata Yesus : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka".... Yesus mengajak kita untuk menjaga perasaan orang lain dengan melakukan yang terbaik kapada mereka seperti yang kita sendiri inginkan...

Mari kita menjaga "perasaan hati" semua orang yang berinteraksi dengan kita dalam kehidupan ini' dengan "bertutur bijak" dan "berbuat kebaikan"...

Selamat menjadi "penutur bijak" dan "penyebar kebaikan"...

vzp@bus-cgk-dpk-130514

12 Mei 2014

"FIGHT TO THE END"

"Banner" yang bertuliskan slogan ini semalam diarak oleh para pemain "The Citizen" sebutan untuk klub sepak bola "Manchester City FC"... ini adalah salah satu bentuk "selebrasi" yang dipertontonkan oleh mereka setelah mengandaskan "West Ham United" 2-0 pada laga terakhir mereka di musim ini, sekaligus memastikan bahwa mereka keluar sebagai juara Liga sepakbola Inggris "Premier League"...,,
"FIGHT TO THE END" memiliki makna yang sangat mendalam... "Berjuang sampai akhir" menegaskan bahwa gelar juara yang mereka raih dalam musim kompetisi kali ini adalah merupakan sebuah proses "perjuangan" dan "kerja keras" serta dilandasi oleh "motivasi" yang kuat untuk meraih kembali gelar juara yang sempat berpindah saat musim kompetisi tahun lalu.... Kata "Perjuangan" memang sangat tepat untuk menggambarkan perjalanan "The Citizen" menuju puncak klasemen... mereka harus berjuang sampai pertandingan terakhir untuk memastikan gelar juara menjadi milik mereka... ini merupakan perjalanan yang ekstra ketat, terutama ketika harus menghadapi persaingan dengan Tim-tim papan atas, sebut saja... Tim "Red Devil"-Liverpool-, "The Blues"-Chelsea, "The Gunners"-Arsenal dan Tim sekota "Manchester United" dll.
Hmmmmm.. "Fight to end to be Champion"... perjuangan sampai akhir untuk menjadi juara... Memang juara atau kesuksesan tidak jatuh dari langit, tetapi harus diusahakan dan diperjuangkan tiada henti......

Di zaman "revolusi" para pejuang yang hanya bermodalkan senjata "ala kadarnya" memiliki slogan yang tidak jauh berbeda : "berjuang sampai titik darah penghabisan"... Slogan ini sanggup memicu semangat patriotik mereka untuk terus berjuang sampai kemerdekaan diraih... hanya ada 2 pilihan bagi mereka : "merdeka atau mati".... Menuju suatu kemenangan memang harus disertai dengan perjuangan yang penuh dengan pengorbanan... dan perjuangan itu tiada henti... seperti kata "Dewa" dalam lagu mereka "Hidup adalah perjuangan" : "kemenangan hari ini bukanlah berarti kemenangan esok hari, kegagalan hari ini bukanlah berarti kegagalan esok hari......" So... setiap saat harus tetap berjuang..... ketika kita berpikir sedang berada pada lembah kegagalan, jangan putus asa, sebab esok matahari akan terbit lagi dan harapan masih terbuka untuk diraih dengan berjuang.... Sebaliknya ketika kita sedang menikmati kesuksesan, jangan menjadi sombong dan berhenti berjuang karena katanya kesuksesan mudah untuk diraih, tetapi sulit untuk dipertahankan...

Panas dan Hujan selalu setia bergantian ketika kita meniti tapak kehidupan ini... yang pasti kita harus selalu siap sedia dan berjuang menghadapi tantangan yang menghadang... Perjuangan dan pengorbanan kita, tidaklah lengkap jika tanpa "berdoa" dan memasrahkan diri dipimpim oleh "Pemilik Hidup" ini....
Dulu ditahun 70-an Ade Manuhutu melantunkan sebuah lagu rohani yang berjudul "Serahkanlah" dimana di dalam salah satu baitnya berbunyi :

Tak pernah Dia janji selalu kan panas
Dan tak pernah Dia janji hanya ada hujan
Tapi Dia janjikan memberi kekuatan
Bila topan badai melandamu

Bait lagu ini menyadarkan kita, bahwa hidup ini selalu berputar seperti roda... ada panas... ada hujan... olehnya kita harus tetap berjuang dan percaya akan janji Tuhan. Mungkin saja "tantangan" dihadapan kita tidak beranjak.... tetapi Dia berjanji akan memberi kekuatan untuk mengatasi topan badai yang sedang bergelora di samudra kehidupan kita...
Jangan putus harapan.... "FIGHT TO THE END".. "Berjuang sampai akhir" sambil pegang janji Tuhan...

Selamat "berjuang" dalam pengharapan akan janji-janjiNya... Sukses ada dalam genggaman anda....

Vzp@home-120514

11 Mei 2014

"PERUBAHAN"

"Tidak ada yang kekal di muka bumi ini, kecuali perubahan".... saya yakin anda pasti sudah sering mendengar pepatah ini, yang memiliki makna bahwa perubahan akan selalu ada di muka bumi ini... semua aspek kehidupan dapat dipastikan akan dilanda "PERUBAHAN" terus-menerus... sehingga ada yang menyimpulkan "yang tetap adalah "PERUBAHAN" itu sendiri".... Seperti ada terang pasti ada gelap... ada naik, pasti ada turun..., maka sebuah "PERUBAHAN" pasti ada yang postif dan ada yang negatif.... "PERUBAHAN" yang positif pasti membawa dampak yang bermanfaat sebaliknya "PERUBAHAN" negatif pasti menghasilkan dampak yang buruk...
Persoalannya setiap "PERUBAHAN" itu tidak dapat dipastikan, karena pada akhirnya Tuhanlah yang menentukan...

Nah... lain lagi kata Firman Tuhan.. :"Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran".
Hmmm.... ternyata "kasih setia" dan "janji" Tuhan itu tidak pernah "BERUBAH" bagi setiap orang percaya.... masih ingat lagu berikut ini ?....
-----
Biar bumi akan berlalu
Biar bulan tak bercahaya lagi
Biar langit akan bergoncang
Matahari tak bersinar lagi
Tetapi Tuhan Yesusku
Tak pernah ingkar janji
Semua yang difrimankanNya
Pasti akan digenapi
-----

Walaupun bumi dan segala isinya selalu berubah... tetapi yang harus dipahami bahwa Tuhan tidak pernah ingkar janji... semua FirmanNya "YA" dan "AMIN"....
Dulu waktu saya sekolah minggu..., salah satu lagu vaforit adalah sebagai berikut :
------
Tuhan Yesus tidak berubah,
tidak berubah, tidak berubah,
Tuhan Yesus tidak berubah,
tak berubah selama-lamanya.

haleluya, haleluya, haleluya, haleluya,
haleluya, haleluya, haleluya.

dan kuasaNya tidak berubah,
tidak berubah, tidak berubah,
dan kuasaNya tidak berubah,
tak berubah selama-lamanya.

dan kasihNya tidak berubah,
tidak berubah, tidak berubah,
dan kasihNya tidak berubah,
tak berubah selama-lamanya.
-----

Ternyata memang benar... bahwa yang tidak pernah "BERUBAH" itu hanyalah Tuhan, kuasaNya... dan kasihNya... Kalau Dia tidak pernah "BERUBAH" itu artinya padaNya ada sebuah "kepastian"....
Jangan pernah mencari "kepastian" pada sesuatu yang "BERUBAH"..., carilah "kepastian" pada yang tidak pernah "berubah"...

Selamat "BERUBAH" dalam "KEPASTIAN" Tuhan....

vzp@home-110514