16 Maret 2014

KASIH PERSAUDARAAN (2)



Surat Yohanes ini terdiri dari tiga surat. Karena sama sekali tidak disebutkan tujuan surat ini, maka dianggap surat ini ditujukan kepada semua orang Kristen/ Jemaat Kristen. Surat ini ditulis oleh  Rasul Yohanes di kota Efesus dengan tujuan agar orang-orang Kristen pada saat itu dapat dikuatkan untuk menghadapi serangan “guru-guru palsu” yang menyebarkan doktrin pengajaran yang berbeda jauh dengan doktrin yang diajarkan oleh pada Rasul.  Karena doktrin yang diajarkan guru-guru palsu ini tidak benar, maka ditakutkan dapat menyesatkan orang-orang Kristen saat itu sehingga bisa merusak hubungan mereka dengan Allah dan Yesus Kristus.
Ajaran-ajaran yang salah itu didasarkan atas kepercayaan bahwa apa saja yang bersentuhan dengan dunia, menghasilkan yang jahat; jadi, Yesus Anak Allah, tidak mungkin telah menjadi manusia. Guru-guru yang mengajarkan ajaran-ajaran yang salah itu berkata bahwa diselamatkan berarti dilepaskan dari urusan-urusan kehidupan di dunia ini; mereka mengajar juga bahwa keselamatan tidak ada hubungannya dengan hal-hal mengenai kesusilaan atau kasih terhadap sesama manusia. Selanjutnya ajaran sesat ini juga mengajarkan bahwa tingkah laku yang baik itu tidak perlu.
Secara garis besar,surat 1 Yohanes membahas hal-hal sebagai berikut : Persekutuan dengan Allah (1Yoh 1:5 - 1Yoh 2:28); Anak-Anak Allah (1Yoh 2:29-3:24); Roh Kebenaran (1Yoh 4:1-6); Kasih Allah (1Yoh 4:7-5:3) dan Jaminan dari Allah (1Yoh 5:4-20).
Bagian Firman Tuhan yang menjadi fokus pembahasan kita yakni 1 Yohanes 3:11-18 berisi ciri-ciri khas anak-anak Allah.

MEMAHAMI NAS

Pada ayat 10 Rasul Yohanes membuat kesimpulan :”Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis : setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.
Ayat 11-12 : Pada ayat 11 Yohanes kembali menekankan mengenai “saling mengasihi” yang merupakan salah satu ciri khas Anak-anak Allah. Sebaliknya pada ayat 12 Yohanes memberi contoh tentang perbuatan jahat yang dilakukan oleh Kain, dan perbuatan benar yang dilakukan oleh adiknya. Hal ini untuk memperjelas perbedaan antara anak-anak Allah dan anak-anak iblis.

Ayat 13-15 : Di Ayat 13 Yohanes memperingatkan agar setiap orang percaya harus menyadari bahwa karena perbuatan kebenaran yang dilakukannya dapat menyebabkan dunia semakin  membenci mereka. Di ayat 14 dijelaskan bahwa dengan mengasihi saudara kita, membuat kita berpindah dari dalam maut ke dalam hidup. Mengapa demikian? karena orang benar atau anak-anak Allah sudah dilepaskan dari maut melalui pengampunan oleh Tuhan Yesus, sehingga semua perbuatan baik atau perbuatan kebenaran adalah buah dari kehidupan barunya. Pada ayat 15 digambarkan bahwa seorang yang membenci saudaranya diidentikkan sebagai seorang pembunuh yang tidak memiliki hidup yang kekal.
Ayat 16-17 : Seharusnya apapun yang kita lakukan sebagai orang percaya atau anak-anak Allah adalah merupakan “foto-copy” dari apa yang dilakukan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Sehingga pada ayat 16 dikatakan bahwa karena kasih Kristus yang telah menyerahkan nyawaNya untuk kita, sehingga kita juga wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Karena hal ini merupakan konsekwensi logis bagi kita anak-anak Allah yang sangat dikasihiNya bahkan dengan mengorbankan nyawaNya untuk keselamatan kita; sehingga perbuatan kasih kepada saudara-saudara kita harus dipraktekkan secara nyata, seperti di ayat 17 dikatakan bahwa jika kita memiliki harta duniawi dan melihat saudara kita menderita kekurangan tetapi menutup pintu hati untuk menolongnya, bagaimana dapat dikatakan bahwa kasih Allah ada dalam diri kita?
Ayat 18 ; Yohanes menutup perikop ini dengan mengajak kita sebagai anak-anak Allah untuk mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Artinya perbuatan kasih kepada saudara-saudara kita harus nyata lewat perbuatan kita dan dilandasi oleh kebenaran, yaitu kita mengasihi karena Tuhan terlebih mengasihi kita, sehingga perbuatan kasih haruslah merupakan ciri khas anak-anak Allah.

RELEVANSI

Yohanes 3: 16 adalah merupakan ayat yang sangat dikenal orang Kristen, karena ayat ini melukiskan begitu besarnya kasih Allah yang tidak terbatas kepada dunia ini sehingga Dia rela turun dari tahtaNya dan datang kedunia agar setiap orang yang percaya kepadaNya diselamatkan dari kebinasaan akibat dosa. Pada ayat ini kita hanya melihat satu arah saja, yakni Kasih Allah kepada kita, lalu bagaimana dengan kasih kita kepada Allah?
Pada 1Yohanes 3:16 kita melihat dua arah, bukan saja kasih Allah yang luar biasa yang rela menyerahkan nyawaNya untuk kita, tetapi sebaliknya juga dijelaskan bahwa kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita sebagai konsekwensi logis sebagai anak-anak Allah yang dikasihiNya.
Mari kita renungkan kehidupan yang sejauh ini sudah kita jalani, apakah kita merasakan kasih Tuhan lewat berkat-berkat yang Dia curahkan bagi kita, bahkan yang sudah mmenebus kita dari cengkeraman dosa dengan mengorbankan nyawaNya bagi kita?.... Apakah pernah terjadi ketika kita melihat ada saudara kita yang menderita dan membutuhkan pertolongan, lalu timbul rasa kasihan dan iba, tetapi hanya sampai disitu saja karena kita tidak menolongnya dengan apa yang kita miliki?
Kata Yohanes marilah kita mengasihi bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah saja, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar