Surat Yohanes
ini terdiri dari tiga surat. Karena sama sekali tidak disebutkan tujuan surat
ini, maka dianggap surat ini ditujukan kepada semua orang Kristen/ Jemaat
Kristen. Surat ini ditulis oleh Rasul
Yohanes di kota Efesus dengan tujuan agar orang-orang Kristen pada saat itu
dapat dikuatkan untuk menghadapi serangan “guru-guru palsu” yang menyebarkan
doktrin pengajaran yang berbeda jauh dengan doktrin yang diajarkan oleh pada
Rasul. Karena doktrin yang diajarkan
guru-guru palsu ini tidak benar, maka ditakutkan dapat menyesatkan orang-orang
Kristen saat itu sehingga bisa merusak hubungan mereka dengan Allah dan Yesus
Kristus.
Ajaran-ajaran
yang salah itu didasarkan atas kepercayaan bahwa apa saja yang bersentuhan
dengan dunia, menghasilkan yang jahat; jadi, Yesus Anak Allah, tidak mungkin
telah menjadi manusia. Guru-guru yang mengajarkan ajaran-ajaran yang salah itu
berkata bahwa diselamatkan berarti dilepaskan dari urusan-urusan kehidupan di
dunia ini; mereka mengajar juga bahwa keselamatan tidak ada hubungannya dengan
hal-hal mengenai kesusilaan atau kasih terhadap sesama manusia. Selanjutnya
ajaran sesat ini juga mengajarkan bahwa tingkah laku yang baik itu tidak perlu.
Secara garis
besar,surat 1 Yohanes membahas hal-hal sebagai berikut : Persekutuan dengan
Allah (1Yoh 1:5 - 1Yoh 2:28); Anak-Anak Allah (1Yoh 2:29-3:24); Roh Kebenaran
(1Yoh 4:1-6); Kasih Allah (1Yoh 4:7-5:3) dan Jaminan dari Allah (1Yoh 5:4-20).
Bagian Firman
Tuhan yang menjadi fokus pembahasan kita yakni 1 Yohanes 3:11-18 berisi ciri-ciri
khas anak-anak Allah.
MEMAHAMI NAS
Pada ayat 10
Rasul Yohanes membuat kesimpulan :”Inilah tandanya anak-anak Allah dan
anak-anak Iblis : setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari
Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.
Ayat 11-12 :
Pada ayat 11 Yohanes kembali menekankan mengenai “saling mengasihi” yang
merupakan salah satu ciri khas Anak-anak Allah. Sebaliknya pada ayat 12 Yohanes
memberi contoh tentang perbuatan jahat yang dilakukan oleh Kain, dan perbuatan
benar yang dilakukan oleh adiknya. Hal ini untuk memperjelas perbedaan antara
anak-anak Allah dan anak-anak iblis.
Ayat 13-15 :
Di Ayat 13 Yohanes memperingatkan agar setiap orang percaya harus menyadari
bahwa karena perbuatan kebenaran yang dilakukannya dapat menyebabkan dunia
semakin membenci mereka. Di ayat 14
dijelaskan bahwa dengan mengasihi saudara kita, membuat kita berpindah dari
dalam maut ke dalam hidup. Mengapa demikian? karena orang benar atau anak-anak
Allah sudah dilepaskan dari maut melalui pengampunan oleh Tuhan Yesus, sehingga
semua perbuatan baik atau perbuatan kebenaran adalah buah dari kehidupan
barunya. Pada ayat 15 digambarkan bahwa seorang yang membenci saudaranya
diidentikkan sebagai seorang pembunuh yang tidak memiliki hidup yang kekal.
Ayat 16-17 :
Seharusnya apapun yang kita lakukan sebagai orang percaya atau anak-anak Allah
adalah merupakan “foto-copy” dari apa yang dilakukan oleh Tuhan kita Yesus
Kristus. Sehingga pada ayat 16 dikatakan bahwa karena kasih Kristus yang telah
menyerahkan nyawaNya untuk kita, sehingga kita juga wajib menyerahkan nyawa
kita untuk saudara-saudara kita. Karena hal ini merupakan konsekwensi logis
bagi kita anak-anak Allah yang sangat dikasihiNya bahkan dengan mengorbankan
nyawaNya untuk keselamatan kita; sehingga perbuatan kasih kepada
saudara-saudara kita harus dipraktekkan secara nyata, seperti di ayat 17
dikatakan bahwa jika kita memiliki harta duniawi dan melihat saudara kita
menderita kekurangan tetapi menutup pintu hati untuk menolongnya, bagaimana
dapat dikatakan bahwa kasih Allah ada dalam diri kita?
Ayat 18 ;
Yohanes menutup perikop ini dengan mengajak kita sebagai anak-anak Allah untuk
mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan
dalam kebenaran. Artinya perbuatan kasih kepada saudara-saudara kita harus
nyata lewat perbuatan kita dan dilandasi oleh kebenaran, yaitu kita mengasihi
karena Tuhan terlebih mengasihi kita, sehingga perbuatan kasih haruslah
merupakan ciri khas anak-anak Allah.
RELEVANSI
Yohanes 3: 16
adalah merupakan ayat yang sangat dikenal orang Kristen, karena ayat ini
melukiskan begitu besarnya kasih Allah yang tidak terbatas kepada dunia ini
sehingga Dia rela turun dari tahtaNya dan datang kedunia agar setiap orang yang
percaya kepadaNya diselamatkan dari kebinasaan akibat dosa. Pada ayat ini kita
hanya melihat satu arah saja, yakni Kasih Allah kepada kita, lalu bagaimana
dengan kasih kita kepada Allah?
Pada 1Yohanes
3:16 kita melihat dua arah, bukan saja kasih Allah yang luar biasa yang rela menyerahkan
nyawaNya untuk kita, tetapi sebaliknya juga dijelaskan bahwa kitapun wajib
menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita sebagai konsekwensi logis
sebagai anak-anak Allah yang dikasihiNya.
Mari kita
renungkan kehidupan yang sejauh ini sudah kita jalani, apakah kita merasakan
kasih Tuhan lewat berkat-berkat yang Dia curahkan bagi kita, bahkan yang sudah
mmenebus kita dari cengkeraman dosa dengan mengorbankan nyawaNya bagi kita?....
Apakah pernah terjadi ketika kita melihat ada saudara kita yang menderita dan
membutuhkan pertolongan, lalu timbul rasa kasihan dan iba, tetapi hanya sampai
disitu saja karena kita tidak menolongnya dengan apa yang kita miliki?
Kata Yohanes
marilah kita mengasihi bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah saja, tetapi
dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar