Kisah
Para Rasul 3 : 23 - 26
Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat
bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita…. (Ay 25)
-------------------------------
Ada orang yang tidak menyadari bahwa dia memiliki warisan
yang tidak bernilai harganya sehingga tetap mecari dan mencari. Merupakan
sesuatu yang sangat lucu sekaligus ironis ketika justru warisan yang sangat berharga
yang dimilikinya dibuang karena ketidak-tahuannya sehingga tidak bisa
dinikmatinya.
Orang banyak sangat takjub dengan mujizat penyembuhan
orang lumpuh yang dilakukan Petrus (ay.10). Sehingga mereka berbondong-bondong
mengikuti Petrus ke Serambi Salomo. Kesempatan ini digunakan Petrus untuk
memberi pengajaran kepada mereka tentang Yesus yang ditolak mereka.
Dalam ayat 25 Petrus mengingatkan mereka bahwa sebenarnya
merekalah yang mewarisi nubuat-nubuat para Nabi tentang Yesus dan bahwa mereka
memiliki jaminan warisan itu melalui Perjanjian antara Tuhan dengan nenek
moyang mereka. Petrus juga mengingatkan mereka bahwa justru mereka telah
menolak Yesus yang telah dinubuatkan para Nabi bahkan lebih memilih seorang
pembunuh sebagai hadiah bagi mereka (ay.14).
Di ayat 17 Petrus memahami bahwa semua itu dilakukan
mereka bersama para pemimpin mereka karena ketidak-tahuan. Rupanya itulah cara
Tuhan untuk menggenapi nubuat lewat para Nabi bahwa Mesias harus mengalami
penderitaan. Petrus mengungkapkan hal ini untuk membuka mata orang Yahudi
tentang kesalahan dan dosa yang sudah mereka lakukan karena ketidak-tahuan
mereka. Di ayat 19 Petrus mengajak mereka untuk sadar dan bertobat agar dosa
dan kesalahan mereka dihapuskan. Agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus
Yesus, yang dari semula diuntukkan bagi merek sebagai Kristus (ay.20).
Marilah kita sadari bahwa Yesus adalah anugerah terbesar
dalam hidup kita. Dialah jalan, kebenaran dan hidup. Jangan menolak dan
melupakan "warisan" yang luar biasa
ini bagi kita orang percaya.
♪KJ.
19: 5
Doa : (Ya
Tuhan Yesus, berikanlah kami kesadaran, bahwa Engkau adalah anugerah terbesa
dalam hidu kami)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar