10 Maret 2014

Warisan yang ditolak



Kisah Para Rasul 3 : 23 - 26



Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita…. (Ay 25)
 -------------------------------


Ada orang yang tidak menyadari bahwa dia memiliki warisan yang tidak bernilai harganya sehingga tetap mecari dan mencari. Merupakan sesuatu yang sangat lucu sekaligus ironis ketika justru warisan yang sangat berharga yang dimilikinya dibuang karena ketidak-tahuannya sehingga tidak bisa dinikmatinya.
Orang banyak sangat takjub dengan mujizat penyembuhan orang lumpuh yang dilakukan Petrus (ay.10). Sehingga mereka berbondong-bondong mengikuti Petrus ke Serambi Salomo. Kesempatan ini digunakan Petrus untuk memberi pengajaran kepada mereka tentang Yesus yang ditolak mereka.
Dalam ayat 25 Petrus mengingatkan mereka bahwa sebenarnya merekalah yang mewarisi nubuat-nubuat para Nabi tentang Yesus dan bahwa mereka memiliki jaminan warisan itu melalui Perjanjian antara Tuhan dengan nenek moyang mereka. Petrus juga mengingatkan mereka bahwa justru mereka telah menolak Yesus yang telah dinubuatkan para Nabi bahkan lebih memilih seorang pembunuh sebagai hadiah bagi mereka (ay.14).

Di ayat 17 Petrus memahami bahwa semua itu dilakukan mereka bersama para pemimpin mereka karena ketidak-tahuan. Rupanya itulah cara Tuhan untuk menggenapi nubuat lewat para Nabi bahwa Mesias harus mengalami penderitaan. Petrus mengungkapkan hal ini untuk membuka mata orang Yahudi tentang kesalahan dan dosa yang sudah mereka lakukan karena ketidak-tahuan mereka. Di ayat 19 Petrus mengajak mereka untuk sadar dan bertobat agar dosa dan kesalahan mereka dihapuskan. Agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagi merek sebagai Kristus (ay.20).
Marilah kita sadari bahwa Yesus adalah anugerah terbesar dalam hidup kita. Dialah jalan, kebenaran dan hidup. Jangan menolak dan melupakan "warisan" yang luar biasa ini bagi kita orang percaya.

KJ. 19: 5
Doa : (Ya Tuhan Yesus, berikanlah kami kesadaran, bahwa Engkau adalah anugerah terbesa dalam hidu kami)
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar